Burrata adalah keju segar khas Puglia, wilayah selatan Italia. Keju ini memiliki cangkang luar yang unik, terbuat dari mozzarella.
Bagian dalamnya diisi stracciatella, yaitu campuran krim tebal dan potongan keju lembut. Ketika Anda memotongnya, isian gurih dan bertekstur yang mirip mentega ini akan meleleh keluar.
Artikel ini akan mengulas definisi, asal-usul, proses pembuatan, serta cara menikmati burrata.
BACA JUGA: Menjelajahi Makanan Khas Italia: Cita Rasa dari Negeri Pasta
You may also like
Lunch di Jakarta: Dari Hidangan Lokal hingga Sajian Western
Pasta Linguine: Mengenal Pasta Italia dengan Tekstur Khas
Salad Prancis: Kesegaran Alami dalam Gaya Kuliner Prancis
Apa Itu Burrata?
Burrata adalah keju segar khas Italia yang dibuat menggunakan teknik pasta filata. Dalam teknik ini, adonan keju ditarik dan diregangkan hingga teksturnya menjadi kenyal.
Asal-Usul Burrata
Keju burrata berasal dari Andria, wilayah Puglia, Italia Selatan. Kisahnya bermula saat badai salju hebat melanda wilayah tersebut dan menghambat pengiriman produk susu.
Untuk menyelamatkan krim agar tidak basi, seorang pembuat keju berinisiatif membungkus krim tersebut dengan lapisan mozzarella. Eksperimen inilah yang melahirkan burrata pertama di dunia.
Sejak tahun 2016, Burrata di Andria resmi memegang status Protected Geographical Indication (PGI). Status hukum ini melindungi keaslian asal-usul serta cara pembuatan tradisionalnya.
Arti Nama Burrata
Dalam bahasa Italia, kata "burrata" berakar pada kata "burro" yang berarti mentega. Nama ini dipilih untuk menggambarkan tekstur isiannya yang sangat kaya, lembut, dan mudah lumer.
Meski namanya merujuk pada mentega, keju ini sama sekali tidak menggunakan mentega dalam proses pembuatannya.
Bagaimana Burrata Dibuat
Burrata dibuat dari susu sapi. Ada juga versi yang menggunakan susu kerbau. Selain itu, proses pembuatannya terbagi menjadi dua bagian, yaitu cangkang dan isian.
1. Proses Pembuatan Cangkang
Pembuatan dimulai dengan memanaskan susu lalu menambahkan rennet agar terbentuk curd. Curd kemudian ditarik dan diregangkan menjadi mozzarella.
Setelah itu, mozzarella dibentuk menjadi kantong kecil dengan puntiran di bagian atasnya.
2. Stracciatella Sebagai Isian
Sebagian curd yang sama disuwir dengan tangan. Suwiran itu dicampur dengan krim segar hingga menjadi stracciatella. Campuran ini dimasukkan ke dalam kantong mozzarella.
Kantong lalu ditutup cepat dengan tangan agar isian tetap utuh. Hasilnya adalah keju tanpa kulit yang keras, dengan permukaan putih yang halus.
Rasa dan Tekstur Keju Burrata
Burrata memiliki rasa gurih dan lembut seperti mentega. Teksturnya halus dan lumer di mulut. Bagian luarnya sedikit kenyal, karena terbuat dari mozzarella. Bagian dalamnya pun jauh lebih lembut dan berkrim.
Oleh karena itu, setiap gigitan memberikan dua tekstur yang berbeda sekaligus.
Cara Menikmati Burrata
Burrata paling nikmat saat disajikan segar pada suhu ruang. Oleh karena itu, keluarkan keju dari lemari es sekitar 30 menit sebelum dihidangkan. Dengan begitu, tekstur bagian dalamnya akan melembut dan rasa gurihnya keluar sepenuhnya.
Burrata juga sangat ideal jika dipadukan dengan prosciutto atau jenis daging olahan lainnya. Kelembutan krim keju yang lumer dan gurihnya rasa asin daging menciptakan kombinasi rasa yang sangat seimbang di lidah.
Berikut ini cara terbaik untuk menyajikan burrata.
• Sebagai hidangan pembuka dengan tomat segar, daun basil, dan minyak zaitun extra virgin.
• Dalam salad, dipadukan dengan buah segar atau sayuran musiman.
• Tambahkan di atas pasta untuk sentuhan yang lembut dan berkrim.
• Di atas pizza, diletakkan setelah pizza matang agar teksturnya tetap creamy.
• Dengan roti panggang, ditetesi minyak zaitun dan sedikit garam.
Perbedaan Burrata dan Mozzarella
Mozzarella memiliki tekstur yang lebih padat, elastis, dengan rasa yang cenderung segar dan sedikit asam.
Sebaliknya, burrata jauh lebih lembut, berkrim, dan kaya rasa. Walau cangkang luarnya memang terbuat dari mozzarella, isian stracciatella di dalamnya membuat burrata jauh lebih lumer saat dipotong.
Cara Menyimpan Burrata
Burrata paling enak dinikmati sesaat setelah dibuat. Namun, apabila Anda memiliki sisa atau membeli dalam jumlah lebih, segera simpan keju ini di dalam lemari es.
Pastikan juga untuk mengonsumsinya dalam waktu 1 hingga 2 hari agar kualitas dan rasanya tetap terjaga. Semakin lama burrata disimpan, tekstur lumernya yang khas akan terus menurun dan mengeras.
BACA JUGA: Pasta di Jakarta: Menikmati Cita Rasa Italia di Tengah Kota
Segera Cicipi Burrata Segar Bergaya Italia di Roma Osteria & Bar!
Kini Anda telah mengenal burrata, mulai dari sejarah hingga cara menyimpannya.
Apabila Anda ingin mencicipinya secara langsung, Roma Osteria & Bar adalah destinasi yang tepat. Restoran ini menawarkan aneka hidangan khas Italia berbahan segar, mulai dari pizza, pasta handmade, hingga burrata.
Sempurnakan juga pengalaman bersantap Anda dengan menikmati koleksi wine dan koktail premium khas Italia.
Suasananya pun hangat, hidup, santai, dan tetap menyuguhkan sentuhan elegan khas Italia. Roma Osteria & Bar siap menyambut Anda di Pondok Indah Mall 3 dan Sequis Tower.
Reservasi:
• Roma Osteria & Bar Pondok Indah Mall 3
• Roma Osteria & Bar Sequis Tower





