Jika Anda gemar menyantap croissant atau brioche, Anda mungkin menyebut keduanya merupakan menu pastry. Namun, tahukah Anda kalau keduanya lebih tepat disebut sebagai viennoiserie?
Viennoiserie adalah pastry yang memiliki tekstur dan rasa mirip roti dan kue. Rasanya yang manis dengan tekstur ringan membuat menu ini masuk dalam kudapan favorit pecinta kuliner untuk menikmati momen senggang setelah menyantap menu utama, atau sebagai camilan di sore hari bersama teh atau kopi.
Bagi Anda penikmat menu pastry, yuk kenali lebih dalam apa saja jenis viennoiserie hingga perbedaannya dengan pastry lain.
BACA JUGA: Charcuterie & Cheese: Seni Kuliner Prancis yang Elegan
You may also like
Soufflé: Mengenal Dessert Prancis yang Ringan dan Menggoda
15 Tahun UNION: Rayakan Perjalanan dengan Sajian dan Perayaan
Menelusuri Jenis Donat dan Keistimewaan Tiap Gigitannya
Apa Itu Viennoiserie?
Viennoiserie adalah kategori pastry yang terbuat dari adonan beragi yang kemudian dilaminasi dengan mentega berlapis-lapis. Lapisan mentega menciptakan crumb berongga dan permukaan renyah saat digigit, sehingga memberikan kesan yang ringan, namun tetap kompleks.
Sejak awal, menu pastry ini unggul dengan perpaduan rasa gurih dari mentega, aroma ragi yang halus, dan kelembutan di setiap gigitan.
Proses folding dan proofing yang berulang kali membuat viennoiserie masuk dalam kategori pastry khusus. Dengan teknik tersebut, lapisan mentega dan adonan sengaja dibuat terpisah agar setiap lapisannya terlihat jelas saat pastry dibelah.
Asal-Usul Viennoiserie dari Wina ke Paris
Akar viennoiserie adalah boulangerie Austria yang dibawa ke Paris oleh August Zang pada abad ke-19.
Dari sana, tumbuh kedai Boulangerie Viennoise dan memperkenalkan kipferl kepada masyarakat Paris, yaitu roti berbentuk bulan sabit yang menjadi cikal bakal croissant modern.
Di tangan pastry chef Prancis, menu ini dikreasikan dengan teknik laminasi yang membuat pastry ini tampil dengan lapisan mentega, berlapis-lapis, dan renyah.
Sejak saat itu, viennoiserie terus populer di berbagai area di Prancis dan perlahan menjadi identitas sarapan masyarakat Prancis di berbagai skala resto.
Jenis-Jenis Viennoiserie Populer
Untuk memahami apa itu viennoiserie secara utuh, Anda juga perlu mengenal beberapa jenis viennoiserie yang paling banyak digemari dan mudah ditemukan di bakery premium, antara lain:
1. Croissant
Croissant adalah jenis viennoiserie paling populer, berbentuk bulan sabit dengan lapisan renyah dan aroma mentega yang kuat di setiap gigitan. Dengan bentuk bulan sabit yang khas membuat croissant dikenal sebagai simbol sarapan ala Prancis di seluruh dunia.
2. Pain au Chocolat
Pain au chocolat memakai adonan yang sama dengan croissant, tetapi diisi dengan batang cokelat di bagian tengahnya, cocok untuk Anda pecinta kudapan manis. Perpaduan lapisan renyah dan cokelat leleh ini membuatnya jadi favorit untuk menemani kopi pagi.
3. Brioche
Brioche punya tekstur lebih padat dan rasa lebih manis karena adonannya mengandung lebih banyak telur dan mentega dibanding croissant. Dibandingkan disantap tanpa pendamping, brioche lebih sering diolah menjadi French toast atau bun burger premium.
Ciri Viennoiserie Berkualitas
Kualitas sebuah viennoiserie adalah nilai penting untuk mendapatkan kenikmatan menyantap pastry yang terkenal buttery dan renyah ini. Nah, viennoiserie yang autentik selalu memiliki karakter berikut ini:
• Aroma mentega yang langsung tercium saat pastry dipotong
• Lapisan crumb yang terlihat dan berongga saat dibelah
• Lapisan luar matang sempurna dengan sisi dalam yang tetap lembut berkat suhu panggang 190-200 derajat celcius
• Permukaan luar renyah namun tidak keras ketika digigit
• Proses proofing yang tepat sehingga rasa asam pastry masih sangat wajar
Perbedaan Viennoiserie dengan Jenis Pastry Lainnya
Sebagai sesama kategori pastry, yaitu viennoiserie, pattiserie, boulangerie, dan puff pastry memang terlihat cukup mirip. Padahal keempatnya punya bahan baku dan teknik pembuatan yang khas.
Keempat istilah ini sering tertukar, padahal masing-masing merujuk pada kategori berbeda dalam dunia pastry Prancis. Berikut perbedaannya agar Anda tidak salah kaprah lagi.
1. Viennoiserie vs Patisserie
Patisserie mencakup semua jenis kue dan dessert, seperti tart, mousse, dan eclair, yang umumnya tidak melalui proses fermentasi panjang. Sementara itu, viennoiserie lebih fokus membentuk lapisan yang ikonik.
2. Viennoiserie vs Boulangerie
Roti tawar dan baguette adalah beberapa contoh boulangerie yang sering disantap sehari-hari. Proses produksinya pun berbeda, tanpa teknik lamisai mentega berlapis dengan tekstur yang lebih padat
3. Viennoiserie vs Puff Pastry
Puff pastry memang sama-sama dilaminasi, tetapi tidak menggunakan ragi dalam adonannya. Teksturnya jadi lebih renyah dan berlapis tipis, berbeda dari viennoiserie yang tetap empuk di bagian dalam berkat proses fermentasi.
BACA JUGA: 7 Jenis Croissant yang Wajib Anda Coba
Ingin Menikmati Viennoiserie yang Autentik? Temukan di KNOTS di Kemang dan Senopati
Demikianlah pembahasan tentang apa itu viennoiserie secara lengkap yang ternyata memiliki perbedaan dengan berbagai jenis pastry lainnya.
Ringkasnya, viennoiserie tampil dengan lapisan bermentega yang terlihat renyah di luar dan lembut di dalam, dan sensasi terbaik menikmati pastry ini juga bisa Anda temukan langsung di KNOTS Kemang dan Senopati.
Dengan teknik teruji dan kreasi dari pastry chef berpengalaman KNOTS, setiap pilihan viennoiserie akan membawa Anda ke pengalaman rasa yang identik dengan cita rasa khas Prancis.
Reservasikan meja Anda di KNOTS untuk mendapatkan momen terbaik sesegera mungkin, atau kunjungi dua tempat kami di
KNOTS Kemang: Jl. Kemang Timur No.46A, Jakarta 12730
KNOTS Senopati: Jl. Senopati No.79, Selong, Kec. Kby. Baru, jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110





