Gelato adalah es krim khas Italia yang terbuat dari susu, gula, dan sedikit krim. Berbeda dengan es krim biasa, gelato memiliki kandungan lemak dan udara yang lebih rendah.
Dari komposisi tersebut, gelato memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut, serta rasa yang lebih kuat.
Artikel ini membahas asal-usul gelato, ragam jenisnya, perbedaannya dengan es krim, dan cara menikmatinya ala Italia.
BACA JUGA: 7 Macam-Macam Dessert Lezat untuk Hari yang Sempurna
You may also like
Lunch di Jakarta: Dari Hidangan Lokal hingga Sajian Western
Foie Gras Terrine & Pate: Simak Cara Membuat dan Prosesnya
7 Snack Prancis: Menjelajahi Cita Rasa Khas dari Negeri Mode
Apa Itu Gelato?
Nama gelato berasal dari bahasa Italia yang berarti "beku". Orang Italia memakai kata ini untuk menyebut hidangan pencuci mulut dingin yang dibekukan.
Jadi, ketika Anda mendengar kata gelato, maknanya memang mengarah pada sesuatu yang beku.
Gelato sering dikaitkan dengan Bernardo Buontalenti, seniman asal Firenze yang meracik krim beku untuk jamuan keluarga bangsawan pada abad ke-16.
Sejak saat itu, teknik pembuatannya menyebar ke seluruh Italia hingga menjadi bagian dari identitas kuliner negara tersebut.
Setiap daerah bahkan memiliki gaya khasnya. Gelato di Sisilia terkenal menggunakan buah segar, sedangkan di wilayah utara didominasi oleh rasa susu dan kacang.
Perbedaan Gelato dan Es Krim
Gelato dan es krim memang memiliki tampilan yang mirip. Namun, keduanya memiliki bahan dan cara penyajian yang berbeda. Berikut perbedaannya.
1. Kandungan Lemak
Es krim dibuat dengan krim berlemak tinggi, biasanya 10% ke atas, bahkan hingga 18% untuk varian premium. Sebaliknya, gelato menggunakan lebih banyak susu, sehingga kandungan lemaknya sekitar 3–8%.
Dengan kata lain, karena gelato rendah lemak, rasa buah, cokelat, atau kacangnya justru terasa jelas.
2. Overrun atau Udara dalam Adonan
Overrun adalah jumlah udara yang masuk ke dalam adonan selama proses pengadukan. Es krim diaduk dengan kecepatan tinggi, sehingga menyerap banyak udara (mencapai 50–100%), yang membuat teksturnya ringan.
Sebaliknya, gelato diaduk lebih lambat, sehingga hanya menampung sekitar 20–35% udara, yang menghasilkan tekstur yang jauh lebih padat.
3. Tekstur dan Suhu Penyajian
Perbedaan udara tadi membuat tekstur gelato lebih padat dan lembut. Selain itu, gelato disajikan di suhu sekitar -12°C hingga -14°C, sedikit lebih hangat daripada es krim yang disimpan pada -18°C. Suhu inilah yang membuat gelato terasa creamy dan tidak perlu menunggu lama untuk meleleh.
4. Bahan dan Cita Rasa
Gelato menggunakan bahan alami dan sering kali tidak memakai kuning telur. Sementara itu, es krim kerap mengandung kuning telur dan perasa buatan.
Jadi, penggunaan bahan dan buah segar membuat rasa gelato terasa autentik. Tak heran, setiap sendok gelato buah akan menyajikan cita rasa yang sangat mirip dengan buah aslinya.
Jenis-jenis Gelato
Gelato dibagi menjadi dua jenis, yaitu bianco dan frutta. Berikut penjelasannya.
1. Gelato Bianco
Gelato bianco adalah gelato berbasis susu dengan sedikit krim. Jenis ini mencakup rasa klasik, seperti vanila, cokelat, pistachio, hazelnut, dan tiramisu. Walaupun kandungan lemaknya rendah, rasa creamy-nya tetap terasa.
2. Gelato Frutta
Gelato frutta adalah gelato berbasis buah yang kandungan lemaknya lebih rendah lagi. Beberapa varian bahkan dibuat tanpa susu dan hanya mengandalkan pure buah segar, gula, serta air. Rasa mangga, stroberi, atau lemon masuk ke dalam kategori ini dengan karakter yang segar dan ringan.
Kenapa Gelato Memiliki Harga yang Tinggi Dibandingkan Es Krim?
Harga gelato memang kerap lebih tinggi daripada es krim. Hal ini berkaitan erat dengan bahan dan proses pembuatannya.
Gelato memiliki overrun rendah. Jadi, setiap porsinya perlu banyak adonan dan lebih sedikit udara. Selain itu, gelato diproduksi dalam jumlah kecil memakai bahan alami, seperti buah asli, cokelat, atau kacang berkualitas.
Karena prosesnya harus telaten dan bahannya mesti alami, biaya produksinya pun cenderung tinggi dibandingkan es krim massal.
Gelato Sandwich dan Cara Menikmati Gelato ala Italia
Di Italia, gelato tidak hanya dinikmati dari dalam cup atau cone. Ada beberapa cara menyantapnya yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.
· Gelato sandwich atau brioche col gelato, yaitu gelato yang diapit roti brioche lembut. Sajian ini populer di Sisilia untuk sarapan dan camilan.
· Affogato, yaitu gelato yang disiram espresso panas untuk menghasilkan perpaduan dingin, hangat, pahit, dan manis.
· Kombinasikan dua hingga tiga rasa di setiap porsi, agar Anda bisa mencicipi beberapa karakter sekaligus dan tidak kekenyangan.
· Perpaduan rasa juga menjadi bagian dari seni menikmati gelato. Rasa buah segar seperti lemon kerap dipadukan dengan rasa creamy seperti pistachio untuk menciptakan rasa asam, manis, dan gurih.
Kandungan Nutrisi dan Catatan Konsumsi Gelato
Selain rendah lemak dan kalori, gelato juga bisa mengandung vitamin, mineral, serta kalsium, apalagi jika rasanya berasal dari buah asli atau cokelat hitam. Akan tetapi, gelato tetap mengandung gula. Jadi, disarankan untuk mengonsumsi secukupnya.
Menu Gelato di Caffè Milano
Kami menyediakan pilihan gelato dengan rasa cappuccino, hazelnut, rum raisin, pistachio, vanila, dark chocolate, Ferrero Rocher, Bacio, dan almond biscotti.
Tersedia juga Pistachio Crusted Mango Gelato dengan wild berry compote.
BACA JUGA: Apa Itu Panna Cotta? Rahasia Dessert Italia yang Selalu Digemari
Cicipi Gelato Otentik ala Italia di Caffè Milano!
Itulah asal-usul gelato, jenisnya, bedanya dengan es krim, dan cara menikmatinya. Kunjungi Caffè Milano untuk mencicipi gelato autentik dalam suasana trattoria Italia.
· Reservasi Caffè Milano PIK Avenue
· Reservasi Caffè Milano Grand Indonesia





