Brandy merupakan salah satu spirit hasil distilasi yang terkenal di dunia. Hampir seluruh produknya berasal dari anggur yang difermentasi menjadi wine, sebelum masuk ke alat penyuling.
Nama brandy juga muncul di banyak resep klasik, misalnya Brandy Alexander atau Brandy Sour.
Artikel ini membahas asal-usul, cara pematangan, racikan, dan cara menikmati brandy.
BACA JUGA: Eksplorasi Dunia Cocktail: Dari Arti hingga Jenis Populer
You may also like
Minuman The Cocktail Club: Jelajahi Ragam Cocktail Favorit
Cocktail Italia: Ragam Cocktail Klasik yang Mendunia
Sunset Grill Menu: 8 Pilihan Hidangan yang Wajib Dicoba
Apa Itu Brandy?
Brandy adalah minuman yang disuling dari wine atau anggur. Sebagian produsen juga memakai buah selain anggur, dan sebagian lainnya memanfaatkan ampas anggur sisa dari pengepresan.
Ketiga bahan tersebut menghasilkan aroma yang berbeda, sehingga Anda perlu mengenali bahan-bahan berikut.
1. Brandy Anggur
Brandy anggur dibuat dengan menyuling wine yang sudah difermentasi.
Cairan hasil sulingan lalu dimasukkan ke dalam barrel kayu ek selama beberapa waktu, hingga warnanya berubah kuning keemasan dan rasanya melembut.
Jenis inilah yang paling sering Anda temui ketika bertanya soal minuman brandy di sebuah bar.
2. Fruit Brandy atau Eau de Vie
Fruit brandy atau eau de vie menggunakan buah selain anggur sebagai bahan fermentasi, seperti pir, apel, atau ceri.
Hasilnya pun cenderung jernih dan menghasilkan aroma buah yang tajam. Ini karena banyak produsen tidak menuakannya lama di dalam kayu.
Minuman itu juga ada di Bottom Parlour, bernama "Brandy, You're a Fine Girl", yang memakai smoked pear brandy, madu, lemon, dan tonic.
3. Pomace Brandy
Pomace brandy dibuat dari komponen padat anggur yang tersisa setelah sarinya diperas, yaitu kulit, biji, dan tangkai.
Rasanya lebih kasar dan bertekstur jika dibandingkan brandy anggur. Sebagian peminum menyajikannya dalam porsi kecil seusai makan. Selain itu, aroma ampasnya terasa jelas sejak tegukan pertama.
Brandy de Jerez
Brandy de Jerez berasal dari Sherry Triangle di Provinsi Cádiz, Spanyol, dan produsennya wajib mengikuti 2 ketentuan agar namanya boleh dipakai.
Ketentuan pertama berkaitan dengan cara pematangan, mengingat Brandy de Jerez harus melewati sistem solera yang sudah dipakai turun-temurun.
Ketentuan kedua berkaitan dengan wadah, karena pematangannya berlangsung di dalam barrel bekas produksi sherry.
Dengan demikian, sisa sherry pada dinding kayu ikut menempel pada cairan yang sedang dituakan.
Selain itu, kategori termudanya adalah Brandy de Jerez Solera. Cairan ini dituakan selama minimal 6 bulan di dalam barrel kayu ek Amerika, lalu keluar dengan karakter buah yang menonjol di antara seluruh kategori.
Kandungan komponen alkohol volatilnya mencapai 150 gram per hektoliter, sehingga aromanya terasa berlapis sejak gelas didekatkan ke hidung.
Racikan Minuman Brandy
Setelah mengenal bahan dan cara pematangannya, berikut 4 racikan brandy yang perlu Anda ketahui.
1. Brandy Alexander
Brandy Alexander berasal dari New York dan awalnya disebut Alexander #2, karena resep ini merupakan versi lanjutan dari Alexander yang memakai gin.
Racikannya ada cognac, cream, dan crème de cacao, sehingga teksturnya lembut dan rasanya menyerupai hidangan penutup. Oleh karena itu, banyak tamu memesannya setelah makan malam usai.
2. Brandy Crusta
Brandy Crusta muncul pada tahun 1850-an di New Orleans, Amerika Serikat. Resepnya kemudian tercatat dalam Bartender's Guide karya Jerry Thomas, terbitan 1862.
Hingga kini, namanya dikenal sebagai salah satu racikan klasik berbasis brandy.
3. Brandy Sour
Brandy Sour berasal dari Siprus dan dianggap sebagai minuman nasional di sana. Racikannya menggunakan brandy Siprus, lemon squash Siprus, soda atau lemonade, dan beberapa tetes bitters.
Cara membuatnya dimulai dengan mengisi gelas tinggi memakai es dan beberapa tetes bitters, lalu brandy dan lemon squash dituang setelahnya.
4. Brandy Old Fashioned
Brandy Old Fashioned berasal dari Wisconsin, Amerika Serikat. Minuman ini menggunakan brandy sebagai bahan dasarnya, berbeda dari Old Fashioned klasik yang menggunakan whiskey.
Bagian penutupnya juga berbeda. Racikan ini biasanya dilengkapi soda rasa lemon dan jeruk nipis seperti Sprite, sedangkan Old Fashioned klasik memakai club soda.
Di Bottom Parlour, versi klasiknya, yaitu Old Fashioned dengan Bulleit Bourbon, Angostura Bitters, dan sentuhan nitro.
Cara Menikmati Minuman Brandy agar Nikmat di Mulut dan Lidah
Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti ketika memesan brandy.
• Pilih gelas bertubuh lebar dengan mulut menyempit, agar aromanya berkumpul di bagian atas gelas.
• Tuang dalam porsi kecil, sekitar 30-45 mililiter, supaya cairannya tidak menghangat terlalu cepat.
• Putar gelas perlahan sambil mencium aromanya.
• Minum dalam tegukan kecil, lalu beri jeda supaya rasa manis buah dan kayu ek sempat muncul di bagian belakang lidah.
• Pesan air putih tanpa es sebagai pendamping agar lidah Anda tetap segar.
Bila Anda lebih suka minuman yang panjang dan segar, mintalah bartender meraciknya dengan soda atau tonic.
Sebaliknya, ketika Anda ingin mengenali karakter aslinya, sajian neat tanpa campuran apa pun adalah pilihan yang berani.
Pasangan yang Manis untuk Segelas Brandy
Brandy juga sangat cocok dipadukan dengan hidangan penutup. Nama brandy sendiri bahkan melekat pada makanan penutup khas Inggris yang disebut brandy snaps.
Kudapan ini berbentuk gulungan tabung tipis yang dibuat dari golden syrup, mentega, tepung, jahe, gula, air lemon, dan cream, lalu diisi whipped cream sebelum disajikan.
Rasa jahe dan karamelnya berpadu baik dengan brandy anggur yang manis, sehingga keduanya sering muncul berdampingan di akhir jamuan.
BACA JUGA: Apa Itu Whiskey? Definisi, Jenis, Cara Membuatnya
Coba Brandy dan House Blend di Bottom Parlour!
Brandy menawarkan spektrum rasa yang sangat luas, mulai dari sulingan anggur, eau de vie, hingga racikan klasik, seperti Brandy Sour dan Brandy Alexander.
Semua karakter tersebut akan sempurna ketika dinikmati di tempat yang khusus untuk mengeksplorasi spirit, seperti Bottom Parlour.
Berlokasi di Jl. Suryo No.32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bar ini menawarkan suasana yang tenang dengan koleksi lebih dari 500 label wiski.
Tersedia juga Bottom Parlour House Blend dengan kombinasi Bourbon Whisky, Single Malt Scotch Whisky, dan Irish Whisky. Campuran premium ini dimatangkan selama 40 hari di dalam barel kayu ek Amerika.
Proses tersebut menghasilkan aroma kaya akan apel, toffee, dan madu, serta rasa pir, persik, dan nanas dengan sentuhan manis gula demerara.
Segera reservasi di Bottom Parlour untuk menikmati keistimewaan brandy, wiski, serta racikan andalan kami!





