Rib eye steak adalah potongan daging sapi yang terkenal dengan marbling padat dan rasa dagingnya yang kaya.
Lemak yang harmonis di antara serat membuat daging ini memiliki tekstur lembut, aroma daging yang keluar penuh, dan sensasi juicy yang jarang ditemui pada potongan lain.
Artikel kali ini akan mengajak Anda mengenali potongan rib eye steak dari beragam sisi, baik tentang rib eye steak bagian apa, ciri-ciri potongan terbaik, hingga berbagai sebutan steak ini di berbagai steak house penjuru dunia.
BACA JUGA: 6 Tingkat Kematangan Steak yang Perlu Diketahui
You may also like
Black Angus Steak: Rahasia Keistimewaan Dalam Sajian
Steak Wagyu A5: Cita Rasa Eksklusif untuk Pecinta Steak
Dry-Aged: Rahasia Tekstur Lembut dan Aroma yang Lebih Intens
Apa Itu Rib Eye Steak?
Rib eye steak adalah hidangan daging yang diambil dari otot punggung utama sapi, tepatnya di area iga sapi.
Otot ini membentang di sepanjang tulang belakang dan hanya berfungsi melindungi organ dalam sapi. Jarang digunakan untuk bergerak, sehingga dagingnya empuk secara alami.
Bagian ini juga sering dikenal dengan bagian daging has luar yang kaya akan lemak dan memberikan sensasi gurih serta lumer di mulut.
Perpaduan serat daging yang lembut dan lemak yang melimpah inilah incaran pecinta steak. Teksturnya nyaman disantap dan gurihnya sari daging memanjakan selera.
Rib Eye Steak Bagian Apa?
Potongan rib eye steak berasal dari iga sapi ke-6 hingga ke-12, di antara chuck atau bahu dan pinggang yang memang mengandung lebih banyak lemak.
Namun, dalam satu potong rib eye, ada tiga bagian otot yang menyatu dengan karakter tekstur dan rasa yang berbeda. Ketiga bagian otot ini adalah:
1. Eye of Ribeye: bagian terbesar yang teksturnya padat dan marbling meleleh perlahan saat daging dimasak.
2. Rib Cap: area yang melingkari inti daging dengan marbling yang cukup tebal. Teksturnya lembut dan memuaskan.
3. Cervical Cap: bagian ini tidak selalu ada di setiap potongan, karena teksturnya sedikit padat dibanding bagian rib eye lainnya.
Ciri-Ciri Rib Eye Steak Terbaik
Ada beberapa karakter yang menandakan rib eye steak pesanan Anda memiliki kualitas terbaik. Ciri-ciri ini bisa Anda kenali sejak memesan lalu menikmati setiap suapannya.
1. Memiliki Grade Khusus
Saat memesan, cek apakah steak rib eye pilihan Anda memiliki grade USDA Prime, Wagyu dengan marble score tinggi, atau dry-aged di buku menu. Grade ini akan menentukan tingkat marbling yang bisa Anda nikmati kelembutannya.
2. Lemak Meleleh di Mulut
Jika saat disantap steak mengeluarkan juice perpaduan lemak dan sari daging, inilah tanda steak pilihan Anda memiliki kualitas terbaik. Lemak di antara daging masih terjaga, agar Anda dapat menikmatinya lebih utuh.
3. Harum Gurih Tercium
Saat steak dipotong, aroma gurih daging keluar dan semakin menggungah selera. Jika aromanya tercium, artinya kematangan daging sangat pas.
Rahasia Kenikmatan Rib Eye Steak
Marbling atau lemak tipis yang menyebar di antara serat daging merupakan kunci kelezatan rib eye steak.
Saat terkena panas tinggi, marbling akan meleleh, melapisi setiap serat, dan membuat daging terasa lebih juicy dengan aroma yang dalam.
Semakin merata marbling, semakin gurih, lembut, dan kaya rasa steak yang Anda dapatkan.
Cara Terbaik Menikmati Rib Eye Steak
Untuk menikmati rasa steak rib eye terbaik, ada beberapa hal yang perlu Anda pastikan saat memesan dan menyantapnya. Coba terapkan beberapa trik berikut ini:
1. Pilih Kematangan Medium-Rare
Lemak di daging dengan kematangan medium-rare tidak sepenuhnya habis. Sebagian lemak meleleh menyelubungi daging dan sebagian lainnya bersama sari daging akan keluar saat steak digigit.
2. Potong Melawan Arah Serat
Agar daging terasa empuk, potong daging berlawanan dengan arah serat. Anda juga dapat memberi jeda setelah steak disajikan agar juice terkumpul.
3. Nikmati dengan Kerak Gurih Daging
Di permukaan daging, steak rib eye memiliki kerak yang muncul setelah dimasak dengan suhu panas yang tepat. Kerak inilah hasil reaksi Maillard.
4. Padukan dengan Segelas Wine
Steak semakin nikmat jika disantap bersama minuman yang tepat. Contohnya, Red Wine yang punya karakter bold agar daging yang kaya rasa seimbang di lidah.
Nama Lain Rib Eye Steak
Rib eye steak dikenal dengan beragam nama di berbagai negara, meski semuanya merujuk pada potongan yang sama. Penamaan ini umumnya mengikuti tradisi kuliner setempat.
Berikut beberapa nama yang paling sering Anda temui.
• Spencer steak: potongan steak rib eye tanpa tulang yang dikenal di wilayah West Coast, Amerika Serikat.
• Scotch fillet: sebutan umum rib eye tanpa tulang di Australia dan Selandia Baru.
• Entrecôte: sebutan untuk rib eye steak di Prancis dengan sajian khas bistro.
BACA JUGA: Apa Itu Sirloin Steak? Kenali Kenikmatan di Setiap Gigitan
Nikmati Rib Eye Autentik ala Bistro Paris di L'Entrecôte by Bouchon, Senopati
Semakin tergoda untuk mencicipi lezatnya rib eye steak dengan kualitas marbling yang menjanjikan kenikmatan?
Sebagai penikmat, Anda hanya perlu memilih steak house terbaik dengan standar tertinggi untuk menjamin pengalaman menyantap steak berjalan sempurna.
Di L'Entrecôte by Bouchon, rib eye disajikan dengan gaya bistro Prancis yang hangat dan santai.
Berlokasi di Jl. Senopati No.79, Jakarta Selatan, restoran ini mengusung konsep khas steak-and-fries yang memadukan potongan daging berkualitas dengan kentang goreng renyah dalam suasana yang elegan namun tetap akrab.
Pilihan menu steak khas Prancis dipadukan nuansa yang autentik jadi kombinasi yang pas untuk memilih tempat ini sebagai destinasi makan siang, makan malam, atau sekadar memuaskan keinginan menyantap steak berkualitas.
Reservasi meja Anda di L'Entrecôte by Bouchon atau langsung kunjungi di Jl. Senopati No.79, RT.8/RW.4, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110.





